Minggu, 30 Oktober 2016

Tugas Softskill Etika Bisnis

Nama            : Fitria Rindhiani
Npm              : 13213550
Kelas             : 4EA25




Teori Ethical Egoism dalam Etika Bisnis
Teori egoism  mengatakan suatu tindakan dikatakan etis apabila bermanfaat bagi diri sendiri serta mengatakan bahwa kita harus mengejar sendiri atau mengutamakan kepentingan diri kita. teori ini memaksimalisasi kepentingan individu dilakukan sesuai keinginan individu yang bersangkutan. Kepentingan ini bukan harus berupa barang/kekayaan, bisa pula berupa ketenaran, keluarga bahagia, pekerjaan yang baik atau apapun yang dianggap penting oleh pengambil keputusan.

Dalam teori ini terdapat  dua kategori utama Egoisme yaitu:

  1. Egoisme Secara Psikologi (Psychological Egoism)
                Psychological Egoism berpandangan bahwa setiap orang senantiasa didorong oleh tindakan untuk kepentingan diri dan manusia sentiasa melakukan perkara – perkara yang dapat memuaskan hati mereka ataupun yang mempunyai kepentingan pribadi. Teori ini menerangkan bahwa individu sebenarnya bertindak sedemikian semata – mata untuk memenuhi hasrat pribadi.

       2. Egoisme Etikal (Ethical Egosim )

Ethical Egoism menegaskan bahwa kita tidak harus mengabaikan secara mutlak kepentingan orang lain tetapi kita patut mempertimbangkannya apabila tindakan itu secara langsung akan membawa kebaikan kepada diri sendiri. Ethical Egoism adalah berbeda dengan prinsip – prinsip moral seperti sentiasa bersikap jujur, amanah dan bercakap benar. la karena tindakan tersebut didorong oleh nilai – nilai luhur yang sedia ada dalam diri manakala dalam konteks ethical egoism pula sesuatu tindakan adalah didorong oleh kepentingan pribadi. Misalnya, seseorang individu yang memohon pinjaman akan memaklumkan kepada pegawai bank tentang kesigapan pihak bank bukan atas dasar tanggungjawab tetapi kerana beliau mempunyai kepentingan diri.

contoh kasus seperti, dalam hal ini etika egoism dalam etika bisnis tidak disarankan untuk mejalankan bisnis dengan cara pengendalian diri dan pengembangan tanggung jawab sosial  karena dalam teori tersebut melihat diri pelaku sendiri , di ukur dari apakah hal tersebut mempunyai dampak baik atau berdampak buruk untuk diri sendiri, tidak mengindahkan dampak kepada orang lain kecuali dampak orang lain berpengaruh kepada pelaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar